Tutorial Konfigurasi Koneksi PostgreSQL dengan ArcGIS Pro & Input Feature Class ke PostgreSQL

1745
2
05-15-2020 12:14 AM
FeliaNiwanWilwatikta
New Contributor III
2 2 1,745

Hi ArcNesian!

Kali ini ArcMin akan membahas tentang langkah-langkah untuk mengkoneksikan PostgreSQL dengan ArcGIS Pro dan juga memasukkan Feature Class ke PostgreSQL tersebut. Sebelumnya, ayo Kita bahas tentang PostgreSQL.

Apa itu PostgreSQL? PostgreSQL adalah sistem database yang kuat untuk urusan relasi data dan bersifat open source. PostgreSQL menggunakan Bahasa SQL yang dikombinasikan dengan berbagai fitur dengan penyimpanan yang aman dan dapat menangani beban kerja terhadap data dari sebuah mesin menuju layanan web yang bisa diakses banyak orang secara bersamaan.

Lalu kenapa perlu melakukan koneksi PostgreSQL dengan ArcGIS Pro? Dalam dunia geospasial, data adalah kunci, kehilangan data maka akan menimbulkan kerugian yang besar bagi user maupun suatu perusahaan. Maka dari itu perlunya penyimpanan yang aman serta akses yang mudah merupakan pilihan dalam melakukan management data, terlebih jika kita berurusan dengan data yang banyak dan ukuran yang besar. Laptop atau PC kita tekadang tidak memiliki space untuk menyimpan data tersebut dan tentunya apa bila harddisk rusak maka data tersebut juga ikut hilang.

Nah disini ArcGIS Pro memberikan kemudahan untuk mengakses database yang disimpan pada PostgreSQL, data tersebut dapat diunggah, diedit, ataupun divisualisasikan pada ArcGIS Pro dengan berbagai tampilan Peta yang menarik tentunya.

Oke tanpa berlama-lama lagi mari kita ikuti langkah-langkah berikut untuk bisa melakukan koneksi PostgreSQL dari ArcGIS Pro!

Beberapa produk yang perlu dipersiapkan:

  • ArcGIS Pro
  • ArcGIS Server (ArcGIS Enterprise Edition)
  • PostgreSQL

Install PostgreSQL

1. Sebelum melakukan instalasi PostgreSQL ada baiknya ArcNesian melakukan pengecekan database requirement untuk PostgreSQL agar dapat menyesuaikan versi dari ArcGIS Pro. Nah berikut merupakan contoh PostgreSQL Database Requirements untuk ArcGIS 10.7.x dan ArcGIS Pro 2.3 - 2.4

PostgreSQL 11.2*

PostGIS 2.5.1*

PostgreSQL 10.7 (64 bit)

PostGIS 2.4

PostgreSQL 9.6.12 (64 bit)

PostGIS 2.3

PostgreSQL 9.5.12 (64 bit)**

PostGIS 2.2**

* Dukungan dimulai dengan ArcGIS 10.7.1 dan ArcGIS Pro 2.4.

** Dukungan berakhir setelah ArcGIS 10.7 dan ArcGIS Pro 2.3.

Supported Operating Systems

Latest Update or Service Pack Tested

Windows Server 2016 Standard and Datacenter

April 2019 updates

Windows Server 2012 R2 Standard and Datacenter

April 2019 updates

Windows Server 2012 Standard and Datacenter

April 2019 updates

Windows Server 2008 R2 Standard, Enterprise, and Datacenter

SP1 with April 2019 updates

 

Supported Operating Systems

Latest Update or Service Pack Tested

Red Hat Enterprise Linux (RHEL) Server 7

Update 5

Red Hat Enterprise Linux Server 6

Update 10

SUSE Linux Enterprise Server 12

Service Pack 3

Ubuntu Server LTS

16.04.4

 

Untuk lebih jelasnya silahkan ArcNesian menuju ke laman: PostgreSQL Database Requirement for ArcGIS Pro.

2. Kemudian download PostgreSQL sesuai requirement pada ArcGIS Pro pada laman Download PostgreSQL.

3. Install PostgreSQL > klik next sampai selesai. Apabila ArcNesian diminta melakukan pengisian password simpan password tersebut karena akan digunakan di tahap selanjutnya. Untuk port isikan sesuai default saja (5432).

4. Setelah instalasi PostgreSQL berhasil maka Langkah selanjutnya yaitu copy file: st_geometry.dll dan pgsqlengine.dll dari C:\Program Files (x86)\ArcGIS\<Versi Desktop>\DatabaseSupport\PostgreSQL\<Versi>\Windows64. Copy isi file tersebut kemudian paste ke library PostgreSQL: C:\Program Files\PostgreSQL\<Versi>\lib

 

5. Selanjutnya jalankan PostgreSQL untuk memastikan bahwa PostgreSQL telah terkonfigurasi dengan baik, dengan cara membuka PgAdmin4 pada Windows Search.

Oke ArcNesian sekarang Arcmin akan lanjut ke bagian pembuatan Enterprise Geodatabase!

Create Enterprise Geodatabase

1. Buka ArcGIS Pro lalu Create a New Project atau gunakan Project yang sudah pernah ArcNesian gunakan.

2. Setelah masuk ke halaman berikut, maka selanjutnya ArcNesian dapat memulai membuat Basis Data pada ArcGIS Enterprise. Pada Analysis Tab > Pilih Tools > Ketik Create Enterprise Geodatabase.

3. Selanjutnya isikan data sesuai dengan perintah, contohnya seperti berikut. Kemudian klik Run Apabila pembuatan database berhasil maka akan ada notifikasi di bagian bawah layer ArcNesian. Perlu diketahui password yang diisikan pada Database Administrator Password dan Geodatabase Administrator Password sama seperti password pada PostgreSQL.

4. Apabila mengalami error seperti gambar berikut:

ArcNesian memerlukan file ST_Geometry yang sesuai dengan versi ArcGIS Pro yang ArcNesian gunakan.  ArcNesian bisa mengunduh file ST_Geometry.dll dari ArcGIS Pro Database Support di Akun My-Esri ArcNesian pada laman Database Support Files > extract isi file tersebut kemudian copy file st_geometry.dll dari folder \PostgreSQL\<Versi>\Windows64 dan paste di library PostgreSQL > lakukan Create Enterprise Geodatabase ulang.

5. Database ArcNesian yang telah ArcNesian buat akan muncul pada laman PostgreSQL sebagai database tersendiri.

6. Selanjutnya hubungkan database pada PostgreSQL dengan database pada ArcGIS Pro. Klik kanan pada folder Database kemudian pilih New Database Connection. Hingga mucul jendela Database Connection.

7. Apabila jendela Database Connection telah muncul maka cek dan isilah kolom sesuai dengan database yang telah dibuat pada PostgreSQL. Jangan lupa uncheck Save User/Password agar ArcNesian dapat mengakses database tanpa ijin dari server.

8. Berikutnya berikan akses pada Enterprise Geodatabase dengan mengetikkan Enable Enterprise Geodatabase pada Tab Analysis Tools.

 

Setelah selesai membuat Enterprise Geodatabase sekarang ArcMin akan membuat Feature Class untuk mengisi database PostgreSQL ArcMin!

Membuat Feature Class

1. Setelah memiliki geodatabase pada server PostgreSQL ArcNesian, maka ArcNesian dapat membuat dan mengedit Feature Class dalam bentuk titik, garis dan polygon. ArcNesian dapat membuat Feature Class dengan cara seperti berikut:

 

2. Apabila jendela Create Feature Class telah muncul maka isikan data dari laman 1 hingga 6 sesuai kebutuhan ArcNesian. Klik finish apabila ArcNesian telah selesai mengisikan informasi yang ingin ArcNesian buat.

 

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat buat temen-temen ArcNesian!

Sekian post kali ini, jika ada pertanyaan silahkan ArcNesian menghubungi Tim Support Esri Indonesia melalui e-mail support@esriindonesia.co.id

 

(Artikel ini dibuat oleh Muhammad Zayyanul Afwani dari Esri Indonesia Future Leaders Program)

2 Comments