baharudinalwi21

Pembuatan Aplikasi WebGIS Informasi Gunung di Indonesia

Blog Post created by baharudinalwi21 on Jun 20, 2020

Latar Belakang

            Kegiatan mendaki gunung tak lagi dianggap sebagai aktivitas yang membuang-buang waktu. Menjelajah alam bebas sekarang bukan hanya menjadi monopoli organisasi atau kelompok pecinta alam saja. Meraih puncak-puncak gunung kini sudah dinikmati oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Dari mulai anak-anak, remaja, bahkan sesepuh pun ikut merasakan sensasi berdiri ribuan meter di atas permukaan laut.

 

           Pada bulan Maret Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI mengambil langkah dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona ( Covid-19 ) dengan menutup 56 kawasan konservasi yaitu Taman Nasional, Taman Wisata Alam, dan Suaka Margasatwa sampai waktu tidak ditentukan. Untuk sekarang ini pada masa transisi setelah 3 bulan pada beberapa daerah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) terdapat daerah-daerah yang berhasil mengurangi penyebaran virus Covid-19, sehingga pada beberapa gunung di Indonesia telah dibuka dengan tetap mengikuti aturan protokol Covid-19.

 

 

Tujuan

Memberikan informasi mengenai gunung-gunung di Indonesia berkaitan dengan ketinggian, kategori, status, keterangan level, serta peta track jalur pendakian, agar dapat mengestimasi perlengkapan saat melakukan pendakian.

 

Produk Esri yang digunakan

   

ArcGIS Online    

 

   Survey123   

Web AppBuilder

 

Sumber Data

Berupa data survey volunteer (ekstern) dan survey individu (intern) pada website gunungbagging.com

 

Langkah-langkah Pembuatan Data Survey dan WebGIS

(Ketika hendak membuka Layanan ArcGIS Online harus memiliki akun publik ArcGIS dengan Trial 21 Hari/ membeli lisence ArcGIS *Kebetulan semasa covid bapak jack menggratiskan 1 bulan kan lumayan)

1. Pembuatan Data Survey dengan Layan Survey123

- Buka halaman browser dengan pencarian Survey123 for ArcGIS --> Buat Survei Baru

- Pilih Desainer Web atau 123 Conect (untuk jenis survei yang saya buat desain web), kemudian pilih jenis survei apa saja yang akan dimasukkan kedalam pertanyaan survei. Jika selesai --> klik simpan dan Terbitkan. untuk link bagikan survei terdapat pada pojok kanan atas (dengan simbol link) bisa dengan Barcode atau url atau pada menu kolaborasi.

 

- Gambar dibawah merupakan tinjauan survei jika dilihat dari smartphone

- Link atau akses survei gunung dapat diakses pada tiny.cc/gnsurvei

 

 

 

2. Pembuatan WebGIS

- Buka halaman browser dengan pencarian ArcGIS Online --> Masuk Akun

- Buka data survei gunung pada survey123. Pilih Data --> Buka di Penampil Peta

- Kemudian Simpan Peta dengan nama, tag, dan deskripsi juga folder penyimpanan pada konten. Setelah itu bagikan (ke-semua orang/publik) agar dapat dilihat halayak.

  

- Pilih buat App Web --> Pilih Web AppBuilder --> Klik Mulai

- Kemudian Pada ArcGIS Online pilih menu Peta, lakukan editing data hasil survei seperti penambahan layers/ data. Pada pembuatan webgis ini layers tambahan berupa batas administrasi yang didapat dari rest service portal gisdukcapil.

- Kemudian pilih menu konten untuk memulai pembuatan Web AppBuilder

- Pilih template yang telah disediakan oleh ArcGIS. Kemudian atur widget sedemikian rupa agar terlihat menarik                 

- Setelah dilakukan pemilihan template dan editing widget, lakukan tinjauan terhadap WebGIS yang telah dibuat, apakah sudah sesuai atau perlu diperbaiki.

- Jika terasa sudah cukup baik, maka WebGIS siap diluncurkan dan di pakai untuk publik. Klik Luncurkan dan Bagikan Link agar dapat diakses publik. Link WebGIS Gunung Indonesia dapat diakses di tiny.cc/gnindonesia

 

Berikut Video Cara Penggunaan WebGIS

 

 

Kesimpulan

 

Komunitas-komunitas pendaki yang terbentuk di dunia maya, merupakan media bertukar informasi pendakian di antara anggotanya, juga memberi sumbangan yang tidak sedikit pada perkembangan aktifitas pendakian. Pendaki-pendaki pemula, seringkali mengabaikan keselamatan, entah mereka memang tidak tahu atau memang tidak peduli. Mendaki gunung sepertinya dianggap piknik di halaman rumah atau sekedar jalan - jalan ke mall.Sudah menjadi pemandangan yang lumrah, banyak pendaki dadakan yang tidak membawa perlengkapan dan pakaian yang memadai apalagi dukungan pengetahuan yang cukup. Tas kecil yang dibawa, penuh berisi pelengkapan fashion daripada logistik. Bangga melangkah dengan sandal jepit dan yang lebih menyedihkan, seringkali tidak membawa tenda. Pendaki pemula berisiko tewas di gunung, dan oleh sebab pendaki pemula yang tidak berpengalaman dan cedera atau celaka, menambah masalah pemerintah lokal di daerah gunung. Sumber daya manusia yang tak cukup harus membantu pendaki pemula yang cedera. Untuk itu aplikasi ini setidknya sedikit berguna bagi para pendaki yang hendak mengentaskan penat dari hiruk pikuk dunia yang fana. Aamiin..

 

Esri

 

#ArcNesiaCommunityChallenge #ArcNesia #ArcGIS #EsriIndonesia

Outcomes