aryadanihlesmana

Pemetaan Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

Blog Post created by aryadanihlesmana on May 7, 2020

   Pada tahun 2019 banyak sekali bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di seluruh dunia. Kebakaran hutan dan lahan yang paling parah terjadi di negara Australia dengan luas wilayah terdampak hingga 186.000 km persegi. Indonesia pun juga menjadi salah satu negara yang mengalami kebakaran hutan yang cukup parah pada tahun 2019. Luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mencapai 857.756 hektar yang tersebar di beberapa provinsi seperti Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Salah satu penyebab kebakaran hutan dan lahan ini adalah karena laju pembukanan lahan untuk perkebunan terutama sawit. Kemudian, kondisi kebakaran hutan dan lahan ini diperparah dengan El-Nino yang terjadi pada tahun 2019. Kebakaran hutan dan lahan ini banyak menyebabkan materil dan non-materil di wilayah terdampak. 

   Maka dari itu, untuk mengurangi dampak dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan. Kita harus mencoba untuk memetakan wilayah-wilayah yang rawan dengan kebakaran hutan dan lahan. Hal ini dapat membantu kita untuk mempersiapkan daerah-daerah yang rawan itu untuk menghadapi resiko bencana kebakaran hutan dan lahan ke depannya. Persiapan-persiapan itu dapat mengurangi dampak-dampak yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selanjutnya. 

    Kita dapat mengikuti parameter atau indikator kerawanan kebakaran hutan dan lahan dari BNPB yang tertuang dalam Perka No. 2 Tahun 2012. Tabel dan rumus yang berasal dari Perka tersebut juga akan saya lampirkan dengan gambar. Pemetaan rawan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan dengan metode SIG yang sudah ada sekarang. Aplikasi yang paling terkenal dalam SIG adalah Arcmap dari Esri. Dengan Arcmap kita bisa mencoba untuk membuat peta rawan kebakaran hutan dan lahan dengan beberapa data. Data-data yang kita butuhkan yaitu sebagai berikut : 

  • SHP Tutupan Lahan dari KLHKPeta Tutupan Lahan ini bisa kita dapatkan dari rest service Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Berikut adalah link res servicenya Folder: KLHK 
  • SHP Jenis Tanah dari FAOSHP Jenis tanah ini bisa kita dapatkan melalui organisasi FAO yang menyediakan data digital peta jenis tanah seluruh dunia yang bernama Digital Soil Map of The World (DSMW). Berikut adalah link untuk mendownload data ini GeoNetwork - The portal to spatial data and information  
  • SHP Curah HujanSHP curah hujan ini harus kita buat dengan mengolah data-data curah hujan di stasiun curah hujan terdekat tempat pemetaan kita.

Berikut adalah langkah-langkah pembuatan Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Arcmap :

  • Persiapan data

       Masukan 3 data SHP yang kita butuhkan

  • Skoring

       Masukan skoring yang kalian persiapkan untuk masing-masing data, kecuali curah hujan karena berdasarkan                 rumus dari BNPB. Dengan cara klik kanan pada SHP > Open Atrribut > Open Atrribut Table > Add Table > Skoring         > input skornya

  • Overlay

        Melakukan overlay 3 data itu dengan tool intersect 

  • Kalkulasi

       Setelah melakukan intersect kalian input table baru di atrribut, table itu ada 4 skor tanah, skor tutupan lahan,  skor           curah hujan dan skor total. Penginputan data pada table-table ini bisa dilakukan dengan field calculator mengikuti           rumus hazard kebakaran hutan dan lahan. Lalu skor total merupakan akumulasi ketiga skor sebelumnya.

  • Symbology

       Lalukan symbologi dengan cara klik kanan layer shp > properties > symbology > quantities > add value skor total >         clasiffy menjadi 3 sesuai rumus > apply/ ok

  • SHP kerawanan kebakaran hutan dan lahan sudah jadi
  • Terakhir, proses layouting sesuai keinginan dan jangan lupa mencantumkan sumber data dan nama pembuat.
  • Selengkapnya saya lampirkan video tutorialnya berikut 

 

Dengan menggunakan Arcgis terutama Arcmap dalam pemetaan rawan kebakaran hutan dan lahan. Kita dapat lebih meghemat waktu selain itu melaksanakan analisis dengan lebih mudah. Analsisi menggunakan Arcmap juga lebih cepat dan cakupan atau wilayah analisisnya juga bisa diperbesar menjadi lebih luas lagi. Bahkan jika perlu, kita dapat melakukan analisis kerawanan kebakaran hutan dan lahan satu negara. 

 

Pemetaan Kerawanan Kebakara Hutan dan Lahan sangat bermanfaat untuk melakukan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan. Mitigasi ini dapat mengurangi dampak-dampak dari kebakaran hutan dan lahan di kemudian hari. Dengan begitu, kerugian materil dan non materil dapat diminimalisir.

Attachments

Outcomes